Namaku Alya, umur 24 Tahun. Aku adalah wanita karir, PNS yang bekerja di bidang pelayanan kesehatan di kota tempatku tinggal. Aku sudah menikah 2 tahun lalu dengan Mas Arif yang lebih tua 1 tahun daripada aku.
Pernikahan kami berjalan dengan mulus - mulus saja. kehidupan seks kami pun cukup baik, hanya saja Mas Arif tidak seperti dulu lagi. Dulu Ms Arif pernah menggauliku sampai 5 ronde dalam satu malam, namun saat ini, 1 kali saja sudah kelelahan. Namun, sejak pertama kali melakukan threesome, suamiku kembali perkasa seperti dulu.
Malam Jum'at adalah malam sunnah rasul, begitu para orang menggambarkan malam Jum'at yang dipercayai akan mendatangkan pahala bila suami - istri berhubungan intim. Aku dan Suamiku juga rutin melakukannya di tiap malam Jum'at, seakan - akan ada yang hilang bila tidak bercumbu malam itu.
|
Baca Juga Cerita Seks Pasutri
Ini :
|
Waktu sudah menunjukkan jam 21.00 wib, setelah aku dan suamiku selesai menonton tv. Kami pun pergi ke kamar, tidak lain ingin melakukan "sunnah rasul". Aku masuk ke kamar duluan, disusul Arif, suamiku. Begitu kami di ranjang, suamiku langsung menyerang bibirku, kami pun berciuman liar, lidah kami saling bertautan, bibir kami bergantian mengulum.
"Cuppssshh ahhh cuppssss", begitu bunyi ciuman yang terdengar.
Arif lalu membuka seluruh baju dasterku, hingga kini aku telanjang tanpa ada sehelai yang melekat pada tubuhku. Aku kemudian teringat pada lotion yang biasa ku gunakan untuk menghaluskan kulitku. Aku ingin menggunakannya untuk mengocok kontol suamiku. Aku pun turun dari ranjang, namun malang tak dapat terhindar. Pada saat aku turun dari ranjang, kaki ku keselo karena salah pijakan. Aku pun meringis kesakitan.
Arif langsung menghampiriku, ia kemudian menggendongku dan membaringkanku di kasur, dan melihat keadaan kaki ku.
'Aduh, biru nih, Yang", kata suamiku.
"Gimana dong, sakit nih", kataku meringis
"Dipijat ya, sama mbok inem", suruh suamiku. Mbok inem memang tukang pijat yang biasa memijatku kalau sedang kelelahan.
"Iya, yang", kataku.
Arif pun kemudian menghubungi Mbok Inem, namun ternyata Mbok Inem sedang sakit sehingga tidak bisa datang ke rumahku. Maklum lah sudah tua. Akhirnya, suamiku menanyakan aku, apa mau dipijat sama Roni yang adalah teman kantornya dan suamikj tau, kalau Roni bisa pijat khususnya pijat keseleo seperti yang ku alami ini.
Aku berpikir sejenak, karena Roni adalah laki - laki, dan apa aku harus dipijit seorang laki - laki yang mengharuskan menyentuh kulitku. Namun, karena rasa sakit yang ku rasakan, akhirnya aku menyetujui usulan Arif. Arif kemudian menghubungi Roni, dan Roni pun menyanggupi untuk datang ke rumah kami.
15 menit kemudian, Roni yang rumahnya memang tak terlalu jauh dari rumah kami pun tiba. Ia langsung dipersilahkan masuk oleh suamiku dan langsung menuju kamarku. Aku sungguh terkejut, ketika melihat Roni muncuk di depan pintu karena aku sendiri belum mengenakan pakaian. Roni yang melihat tubuh telanjangku pun langsung berbalik badan dan menjauhi pintunya. Aku kemudian segera berpakaian, dan mempersilahkan Roni dan Suamiku m8asuk ke kamar.
Aku sungguh malu dilihat dalam keadaan telanjang oleh Roni tadi. Apa dia sempat memlerhatikan tubuhku. Ahhh, kenapa aku ini? Aku lalu sedikit terangsang karena memikirkan apa yang ada dipikiran Roni ketika melihat tubuh telanjangku? Tubuhku sendiri sangat lah menawan, kulit putih, pinggang langsing dengan sedikit lemak, dan susu ukuran 36 B. Aku yakin, semua laki - laki pasti tergiur bila melihat tubuh telanjangku, termasuk Roni. Ah, apa dia bernafsu dengan ku? Duh, kenapa aku ini? Ah, pasti karena rasa nanggung tadi tidak sempat menuntaskannya dengan suamiiku karena kakiku yang keseleo.
Roni pun melihat kondisi kaki ku. Dia mengatakan, "Ooh, ini ringan kok. Keseleo biasa, bentar aja mijitnya kok". Aku lega mendengarnya.
Kemudian, Roni meminta lotion agar tidak sakit saat memijit kakiku. Aku pun meminta Arif untuk mengambilkan lotionku yang tadinya ingin kugunakan untuk mengocok kontolnya Arif. Selanjutnya, Roni mulai memijit kaki ku. Tak begitu lama, Roni memijit kaki ku, dan diakhiri dengan bunyi "kreeek", saat dia membetulkan posisi tulang ku. Namun, dia bilang, biar tidak tejadj penyumbatan darah, maka kakiku harus dipijit dan dibetulkan aliran darahnya.
Baca Juga Cerita Seks Pasutri Ini :
|
|
|
Aku pun mengangguk. Ku lihat suamiku seperti bosan menunggu, maklum mungkin dia juga merasa tanggung nafsunya tidak tertuntaskan tadi. Dan benar, suamiku lalu bilang mau merokok di ruang tamu dulu. Kini hanya aku dan Roni di dalam kamar.
Roni pun memulai pijitannya, rasanya begitu lembut dan enak. Namun, ada rasa lain, yaitu sedikit geli karena mungkin sakit keseleonya sudah hilang. Roni memijit betisku dengan perlahan, dari bawah ke atas. Selesai dengan betis, Roni kini memijit Pahaku. Diberikannya lotion yang banyak di pahaku, sehingga rasanya begitu licin dan menimbulkan rasa geli ketika Roni memijitnya.
Aduuuh, aku lupa satu hal. Aku hanya memakai daster sampai di pahaku saja, sementara aku tidak memakai celana dalam. Dan sekarang Roni sedang memijit pahaku, dan bila pijitannya sedikit saja naik ke atas lagi, pasti lah dia bisa melihat memekku. Aku bingung, apa harus menghentikan pijitannya atau tidak. Namun, karena rasa pijitannya begitu enak, aku lebih memilih untuk diam saja.
Benar perkiraanku, begitu Roni memijat pahaku lebih atas lagi, dia menyingkap dasterku yang menghakangi pahaku, dan aku yakin, sekarang dia sudah melihat vaginaku yang ditumbuhi rambut - rambut halus. Namun, aneh, Roni tetap melanjutkan pijitannya. Apa memekku belum terlihat oleh Roni? Ahh, aku jadi sedikit terangsang dengan ini.
Lama - lama pijatan Roni semakin pelan, dan bahkan bukan memijit tapi mengelus - elus pahaku. Semakin lama semakin naik mendekati pangkal pahaku. Aku menggeliat kenikmatan karena elusan - elusan Roni ini. Vaginaku terasa membanjir.
"Mmhhmmmm mhhmmmm", desahku.
Roni semakin menjadi, kali ini jarinya hanya memijit pangkal pahaku saja. Sesekali jarinya menyentuh pinggir bibir memekku, pinggulku menggeliat menahan rasa geli dari Roni, bibirku mendesah tertahan takut kedengaran suamiku. Aku menikmati perlakuan Roni ini kepadaku, dan agar Roni lebih leluasa aku membuka kaki ku lebih lebar lagi. Roni pun seakan paham apa mauku, kali ini jarinya langsung memainkan memekku. Klitorisku di kelitiknya, sambil satu jarinya mengocok lubang vagiaku.
"Ahhhsss mmhhhssmmmm"
"Duuhh roon, nakal kamuuh yahhh", kataku berbisik
"Nikmatin aja mbak alya, nanti ketahuan mas Arif", katanya.
5 menit diperlakukan Roni seperti itu, orgasme ku pun datang. Pinggulku ku angkat, cairan memekku langsung menetes dari memekku. Aku mendesah tertahan menikmati serbuan orgasmeku.
"Ahhhhsss ahhhsss ahhsss", nafasku ternegah - engah.
"Mbak, ke wc dulu gih, dicuci memeknya, nanti ketahuan Mas Arif"
"Iya, Ron, oke"
Aku pun pergi ke wc, kaki ku sudah tak terasa sakit lagi ketika berjalan. Aku melihat suamiku masih merokok sambil menonton tv. Aduh, aku ingin sekali ada kontol yang segera masuk ke dalam vaginaku. Aku pun nekat, ku dekati suamiku, sambil ku bisikkan sesuatu.
"Yanghhh, aku dipijit Roni tadi rasanya enak"
"Iya, dia kan emang pinter mijit. Tuh kamu langsung bisa jalan kan", kata suamiku.
"Iya, malah saking enaknya, rasanya geli - geli nikmat. Sayang tahu ga? Aku orgasme loh di pijit Roni tadi", kataku tanpa basi - basi.
"Hah? Sampai orgasme?"
"Iya, nih coba rasa", kataku sambil mengambil tangannya ke memekku yang banjir cairan cinta.
"Hah? Banjir banget, liar banget kamu" kata suamiku, sambil memainkan klitorisku.
"Iyahh" jawabku sambil mendesah.
"Yanggh, kita ngentot bertiga yuk. Aku mau balas budi sama Roni udah nyembuhin keseleoku sama kasih aku orgasme", tanpa basa - basi aku meminta threesome kepada suamiku.
"Hah? Threesome gitu? ..... suamiku diam sejenak.
"Kalau kamu pengen benar, apa boleh buat. Ayuk cepat" jawab suamiku. Wah, tak ku sangka suamiku menyetujuinya, aku yakin dia terangsnag berat mendengar aku orgasme.
Aku dan suamiku pun pergi ke kamar kami. Roni masih duduk di pinggir ranjang. Suamiku langsung melempar tubuhku ke atas ranjang. Roni tampak kaget melihat itu.
"Ron, sebagai ucapan terima kasih kami, kamu boleh ikut kami ngentot malam ini!" Kata suamiku
"Hah? Yang bener mas?", Tanya Roni ragu.
"Iya, buka baju mu yang, kasih liat Roni tubuh seksimu, sayang", Kata suamiku.
Baca Juga Cerita Seks Pasutri Ini :
|
Aku pun membuka dasterku di depan Roni. Melihat tubuh telanjangku, mata Roni terkagum - kagum hingga tak berkedip. Suamiku langsung menghampiriku dan mencium bibirku. Dan melihat itu, Roni juga langsung ikut bergabung dengan kami.
Tangan Roni langsung menyambar susuku, diremasnya dan putingku dipelintirnya.
"Acchhhsss, nikmatthh yaaangh" desahku di sela ciumanku dan suamiku.
Suamiku pun melepas ciuman kami dan langsung menyambar susuku. Diemutnya putingku sambil diremasnya susuku. Roni pun mengambil kesempatan ini untuk mencium bibirku. Ternyata Roni cukup mahir berciuman, aku sangat menikmati ciumannya.
Suamiku kini udah merambah memekku, memekku dijilatnya. Sementara Roni melahap kedua susuku bergantian.
"Sluurrpphh sluurphh", bunyi hisapan Ronj di payudaraku.
"Ahcchsss ashhhccc ahhssscc mmhhmm", desahku menikmati vaginaku dijilat suamiku dan susuku dihisap Roni
Hanya 3 menit dicumbu oleh 2 orang pria, nafsuku sudah di atas puncaknya. Tubuhku terasa lemas, memekku terasa menyemprotkan cairannya. Aku orgasme kedua kalinya malam itu.
Melihat aku melemas, suamiku dan Roni pun memberikan kesempatanku untuk beristirahat sambil mereka membuka baju dan celananya. Aku terkagum - kagum melihat kontol milik Roni. Sungguh besar dibandingkan milik Suamiku.
Saat ini ada 2 kontol di hadapanku dan aku tau harus berbuat apa. Menghisapnya!!!. Ya, sebab hanya wanita sejati yang bisa memberikan kepuasan pada laki - laki dengan mulutnya. Kenapa? Karena kalau hanya puas dengan memek, semua wanita juga bisa memberikannya, tetapi kalau dengan mulut? Hanya wanita sejati saja yang bisa. Dan aku harus bisa melakukannya dengan 2 kontol di hadapanku ini.
Ku raih kedua kontol itu, ku kocok perlahan sambil ku jilati bergantian. Kemudian, ku hisap terlebih dahulu kontol suamiku sedangkan kontol Roni ku kocok, dan lalu bergantian secara berulang - ulang.
"Duhh mbak alyaa, enak banget ngentotin mulutmu, mbaak", puji arif atas pelayananku
"Enak banget Mas Arif, bisa ngentot tiap hari sama mbak alya", sambungnya.
"Tenang aja Ron, kalo lain kali ada waktu, kita ngentot bertiga lagi", jawab suamiku.
Setelah puas mengerjai kontol suamiku dan Roni, aku pun meminta acara inti. Ya, meminta kedua kontol itu bergantian memasuki memekku. Arif mulai duluan, ditindihnya tubuhku sambil memposisikan kontolnya di depan memekku. Lalu, dengan perlahan kontol Arif memasuki lubang memekku. Roni ku lihat sedang mengocok - ngocok kontolnya sendiri sambil melihat aku dipompa suamiku. Aku pun memberi isyarat kepada Roni yang lansung dimengertinya. Dihampirinya aku dan langsung menyodorkan kontolnya yang langsung ku hisap.
"Mmhh mhhh mhhh", desahku menikmati sodokan sodokan kontol suamiku yang tertahan karena sedang ada kontol Roni di mulutku. Aku tak tahan untuk mendesah kuat menikmati ngentot bertiga kami ini. Ohh, kontol, 2 kontol sedang mengerjaiku malam ini, sedang memuaskanku malam ini. Oohhssss..
"Ahhhssss ahhhhhcchhh ouucchhh aku keluarrhhhh" teriakku saat merasakan orgasme ketigaku. Kontol roni yang sedang ku hisap pu ku lepas. Rasanya sangat nikmat, 10 kali, eh 100 kali lipat nikmatnya saat hanya ngentot dengan suamiku.
Arif pun melanjutkan pompaannya, dan tak lama berselang, giliran Arif yang mencapai orgasmenya. Dicabutnya kontolnya dari memekku dan langsung di arahkan ke mukaku. Aku pun paham, segera ku buka mulutku untuk menerima sebagian sperma yang akan keluar dari kontolnya. Crooootsss corrrtsss crotsssss, sperma Arif pun sebagian masuk ke mulutku dan langsung ku telan, sementara sisanya berceceran di wajah dan susuku.
Setelah suamiku, kini giliran Roni yang menikmati lubang memekku. Dipompanya tubuhku dengan cepat, aku berteriak mendesah menikmati batang kontol Roni mengaduk - aduk lubang memekku.
"Acchhshss enaakkkhh oohhhhh "
"Mmhhmmm kontol mu enaakhhh ronnnhh"
"Duuhhhsss yaaang, punyamu kalah sama punyaaah roni"
Baca Juga Cerita Seks Pasutri Ini :
|
Desahan - desahanku seperti menyemangati Roni yang makin mempercepat pompaannya. 10 menit Roni memompaku, ku rasakan batang milik Roni berkedut. Dan cairan hangat terasa membanjiri memekku. "Ahhhh, aku keluaawrrhh mbaaak". Merasakan kehangatan di memekku, akhirnya aku pun menyusul orgasmeku. Cairan cintaku dan Roni menyatu di dalam lubang memekku.
Kami pun beristirahat sejenak. Selepas itu, kami ngentot sampai 4 ronde malam itu. Berbagai posisi kami coba, total aku orgasme belasan kali. Badanku cukup kelelahan, terasa seperti tulang - tulangku remuk. Namun, nikmat yang ku dapat jauh lebih besar dari pada lelahnya.
Roni pun pulang jam 2 pagi dari rumah kami. Aku dan suamiku pun lalu tertidur lelap, meresapi kenikmatan yang baru saj kami peroleh malam itu. Hingga sekarang, kami masih sering ngentot bertiga bahkan tahun 2017 ini, istri Roni yang tak kalah cantiknya denganku juga ikut bergabung dengan kami, sehingga kami sering melakukan swinger atau tukar pasangan di saat waktu memungkinkan.
Buat anda para Istri, coba lah threesome. Saya sudah membuktikannya, bahwa dengan threesome bisa mendapat kenikmatan berkali -kali lipat. Suami saya yang bila ngentot berdua paling hebat bisa 2 ronde, saat threesome paling tidak bisa sanggup sampai 5 ronde. Selain itu, suami anda akan lebih mencintai anda, lebih menyayangi anda, dan akan lebih menurutk keinginan - keinginan anda.
Sekian pengalaman saya yang dapat saya bagi kali ini. Semoga menginspirasi anda, para Istri.
0 komentar